Jadi Perfeksionis, Baik atau Buruk hasilnya

Jadi Perfeksionis, Baik atau Buruk hasilnya

Terjebak dalam kata-kata selalu sempurna. Ini nih bahayanya, bukannya nggak baik mencoba jadi sempurna tapi ada batasan-batasan untuk itu. Misal un

5 Tipe Traveler Paling Ngeselin
Saat-saat Yang Sering Bikin Galau, Apa Aja Sih?
Cinta gak cuma satu, ada Jenisnya

Terjebak dalam kata-kata selalu sempurna. Ini nih bahayanya, bukannya nggak baik mencoba jadi sempurna tapi ada batasan-batasan untuk itu. Misal untuk penampilan sih ok lah untuk perfeksionis, untuk nilai di sekolah atau kinerja di kantor masih wajar mencoba jadi perfeksionis. Yang bahaya adalah jika hal-hal kecil bahkan sepele pun ikut diperfeksioniskan (ruwet kosakata nya).

Naruh barang harus rapi, jalak kaki harus serasi, ngisi air harus presisi, sampai basi nanti akhirnya. Bukan menjelekkan sih, cuma mengkritisi aja. Namun tau nggak sih, sebenarnya ada efek baik dan buruk nya punya sifat ini. Biar adil lah, masak yang disebutin yang jelek melulu.

Efek baik perfeksionis ;

Hidup lebih tertata
Orang yang perfeksionis, pasti rata-rata rapi kesehariannya. Mulai isi tasnya ,trus cara makannya, kebiasaannya sampe dalemman kamarnya mungkin yang pernah masuk. Serba tertata dengan rapi deh pokonya.

Daya juang tinggi
Ketika si perfeksionis ini ada masalah, jangan ditanya gan pasti dilibas. Semaksimal mungkin akan dia kerjain, kebanyakan sih nggak mau setengah-setengah orangnya. Kalau nggak ya nggak, kalau iya ya maju sampai itu selesai dan hasilnya sesempurna mungkin menurut dia.

Efek buruk perfeksionis ;

Nggak tenang atau gampang panik
Kalau menurut saya sih, orangnya nggak tenang atau gampang panik. Yang menurutnya tidak sesuai dengan yang diharapkan pasti dirubah nih. Biasanya mereka udah nyusun berbagai rencana se detail mungkin dan se rinci mungkin. Jadi ketika ada masalah tiba-tiba muncul dan tidak sesuai rencana, udah selesai bubar. Pastinya panik dulu entah seberapa lama tergantung orangnya.

Suka memaksakan kehendak
Si perfeksionis memberi saran maksudnya sih baik, cuna penyampaiannya yang salah sih.
Ketika nggak setuju dan tetap pada pendirian itu baik, tapi yang ini agak mengganggu sih. Banyak hal yang mungkin terjadi, mulai dari salah ketik bahasa, hasil karya gambar / lukisan, penampilan, gestur, pembawaan, dan banyak lainnya. Pasti ada aja yang pernah ngerasain kayak gitu, diberitahu cuma agak maksa gitu ngasih taunya. Kalo mau nolak pun pasti nggak enak rasanya.

Tidak baik mengadili seseorang cuma dari sifat atau perilaku saja. Di balik itu pasti ada alasannya. Perfeksionis itu baik cuma harus seimbang, jangan semua diperfeksioniskan (ruwet lagi) nanti malah bingung sendiri.

Sumber : kaskus.co.id